Mengusung tema “Penguatan Peran Organisasi dan Advokasi Hukum untuk Pembangunan Berkeadilan”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas advokasi hukum, serta membangun sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ARUN, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H., Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., serta perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.
Bob Hasan: Advokasi Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, menegaskan bahwa ARUN hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Menurutnya, keberhasilan organisasi advokasi tidak cukup diukur dari keberadaan struktur kepengurusan maupun kemampuan menyampaikan kritik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam membantu masyarakat memahami hak-haknya dan memperoleh akses terhadap keadilan.
Ia menekankan bahwa organisasi advokasi harus mampu mendorong penyelesaian persoalan masyarakat melalui mekanisme yang benar, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Bob Hasan membawakan materi bertajuk “Strategi Penguatan Peran Organisasi dalam Mendorong Advokasi Hukum yang Progresif dan Berkeadilan bagi Rakyat.”
Materi tersebut menyoroti pentingnya penguatan peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan.
Vasko Ruseimy: Pemprov Sumbar Siap Berkolaborasi dengan ARUN
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membangun kolaborasi dengan ARUN, khususnya dalam upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Jika niat dari pengurus ARUN benar-benar demi kerakyatan yang berkeadilan, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap berjuang bersama ARUN,” ujar Vasko.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya dimulai setelah forum musyawarah berakhir. Hasil pembahasan dan keputusan organisasi, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi program kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Vasko turut menyinggung keselarasan manifesto ARUN dengan pemikiran Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, terutama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam mendorong pelayanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.
Polda Sumbar Tekankan Pentingnya Sinergi Penegakan Hukum
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan organisasi advokasi untuk mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dan organisasi advokasi sangat penting untuk mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan pelayanan hukum kepada masyarakat dapat berjalan semakin baik,” ujar Susmelawati.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat, organisasi advokasi, dan aparat penegak hukum, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan hukum yang membutuhkan perhatian bersama.
Canda Bob Hasan: Nelson Mandela di Dunia, Edo Mandela di Sumbar
Di sela-sela kegiatan, tepatnya saat istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), suasana Musda I ARUN Sumbar berlangsung hangat ketika Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, berbincang dengan salah seorang kader ARUN Sumatera Barat, Edo Mandela.
Dalam suasana penuh keakraban, Bob Hasan melontarkan candaan dengan mengaitkan nama Edo Mandela dengan tokoh perjuangan dunia, Nelson Mandela.
“ARUN Sumbar juga punya pejuang keadilan. Tidak hanya di luar negeri. Kalau di luar negeri ada Nelson Mandela, di Sumatera Barat ada Edo Mandela,” ujar Bob Hasan sambil bercanda.
Menanggapi candaan tersebut, Edo Mandela menyampaikan kesiapannya untuk bergerak bersama organisasi dalam memperkuat advokasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Siap, Ketum! Insyaallah, di bawah kepemimpinan Ketua DPD ARUN Sumbar, di bawah komando Mevrizal, kami siap bergerak dan berjuang bersama untuk rakyat, memperkuat advokasi, serta memperjuangkan keadilan bagi masyarakat,” jawab Edo Mandela.
Momen tersebut menggambarkan keakraban antara pimpinan pusat dan kader daerah. Di balik candaan itu, terselip pesan mengenai pentingnya soliditas organisasi, semangat perjuangan, serta komitmen untuk menerjemahkan nilai-nilai advokasi menjadi kerja nyata.
Bagi ARUN, semangat memperjuangkan keadilan tidak semata-mata berkaitan dengan nama atau simbol perjuangan, tetapi juga dengan keberanian membela kepentingan rakyat, konsistensi dalam menjalankan tugas, dan kesediaan memberikan pendampingan ketika masyarakat membutuhkan.
Musda I Jadi Momentum Penguatan Organisasi
Melalui Musda I dan Seminar Nasional ini, ARUN Sumatera Barat diharapkan semakin mempertegas perannya sebagai wadah advokasi masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mendorong pembangunan yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan.
Forum tersebut juga menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan penegakan hukum, perlindungan hak-hak masyarakat, serta pentingnya kepastian hukum dalam mendukung pembangunan daerah.
Ke depan, hasil musyawarah diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program kerja yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga keberadaan ARUN benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Sumatera Barat.
TIM

0 Komentar