DISDIKBUD KOTA PADANG | Kabut asap yang semakin tebal membuat perhatian terhadap kesehatan anak menjadi semakin penting. Di tengah kondisi tersebut, Yopi Krislova, S.H., M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik di Kota Padang.
Kebijakan tersebut berlaku Rabu, 9 September sampai Jumat, 11 September 2026, untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Langkah ini bukan berarti aktivitas pendidikan dihentikan, melainkan mengubah sementara pola pembelajaran agar anak tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus berada di luar rumah dalam kondisi kabut asap.
Bagi Yopi Krislova dan jajaran Disdikbud Kota Padang, kesehatan peserta didik menjadi perhatian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan pendidikan. Anak tetap membutuhkan pembelajaran, tetapi pada saat yang sama lingkungan yang kurang mendukung juga perlu disikapi secara bijak. Karena itu, rumah untuk sementara menjadi ruang belajar yang lebih aman dan nyaman.
Kebijakan tersebut sekaligus menempatkan orang tua atau wali murid sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Selama PJJ, keluarga diharapkan membantu anak mengikuti pembelajaran dan membatasi aktivitas di luar rumah. Guru dan sekolah tetap menjalankan proses pembelajaran melalui sarana yang tersedia sehingga pendidikan tidak terputus hanya karena kondisi udara.
Imbauan Disdikbud Kota Padang juga mengingatkan keluarga untuk memperhatikan langkah sederhana menjaga kesehatan. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan, memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Ada pesan yang kuat di balik kebijakan tiga hari tersebut: anak tetap belajar, tetapi kesehatan tidak boleh dikorbankan. PJJ menjadi bentuk penyesuaian terhadap keadaan, sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat terus berlangsung dengan cara yang lebih fleksibel ketika situasi mengharuskannya.
Bagi para siswa, perubahan ini mungkin terasa berbeda dari rutinitas biasanya. Tidak ada perjalanan pagi menuju sekolah untuk sementara waktu. Namun di balik layar perangkat pembelajaran, guru tetap hadir, materi tetap diberikan, dan orang tua ikut memastikan anak menjalani kegiatan belajar dengan baik. Inilah wajah pendidikan yang beradaptasi dengan keadaan.
Melalui langkah yang dipimpin Yopi Krislova, S.H., M.M. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, pesan yang ingin dijaga sangat jelas: kondisi kabut asap tidak boleh membuat pendidikan terhenti, tetapi keselamatan dan kesehatan anak juga harus menjadi prioritas. Anak sehat, belajar tetap berjalan, dan kualitas pendidikan tetap dijaga menjadi semangat bersama menghadapi situasi tersebut.
Katim RMO Group | Wyndoee
0 Komentar