BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI, SELAMAT MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT

Kenangan 25 Hari Sarel Panji Kusuma, Sembako Mengalir untuk Anak Yatim Piatu Panti Ashabirroyan

PADANG | Mengenang 25 hari kepergian almarhum Sarel Panji Kusuma bin Mayor Kav H. Sukri, keluarga almarhum memilih mengabadikan kenangan bukan hanya dengan doa, tetapi juga melalui kepedulian nyata kepada sesama. Sejumlah sembako dibagikan kepada anak-anak yatim dan piatu di Panti Asuhan Ashabirroyan, Jalan Makkah RT 03/RW 06, Samping TVRI Sumbersari Karya, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Bantuan kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada pihak panti dan diterima di tengah kehadiran anak-anak yang tinggal serta mendapatkan pembinaan di Panti Asuhan Ashabirroyan.

Momentum 25 hari menjadi waktu bagi keluarga untuk kembali mengenang sosok Sarel Panji Kusuma yang telah berpulang. Namun, rasa kehilangan itu tidak dibiarkan berhenti sebagai kesedihan. Keluarga memilih mengisinya dengan perbuatan yang memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.

Sejumlah kardus berisi bahan kebutuhan pokok terlihat dibawa dan disalurkan kepada pihak panti. Anak-anak pun ikut berada di sekitar lokasi, menyaksikan pembagian bantuan dengan wajah polos. Sebagian dari mereka bahkan ikut membantu menerima dan membawa barang yang diberikan.

Di balik kegiatan tersebut terdapat pesan kemanusiaan yang kuat. Mengenang seseorang yang telah meninggal tidak selalu harus diwujudkan dalam suasana duka. Kebaikan yang dilakukan atas nama almarhum dapat menjadi cara untuk menjaga kenangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

Panti Asuhan Ashabirroyan menjadi tempat dipertemukannya dua suasana: keluarga yang tengah mengenang kehilangan dan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan. Pertemuan itu kemudian melahirkan sebuah momentum sederhana, tetapi sarat makna—berbagi kebutuhan pokok kepada mereka yang membutuhkan.

Bagi anak-anak panti, bantuan tersebut bukan sekadar sejumlah kardus sembako. Di balik barang yang diterima, terdapat perhatian dan kepedulian dari orang-orang yang datang menyapa mereka. Kehadiran tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kehidupan dan masa depan mereka.

Sementara bagi keluarga almarhum, kegiatan ini menjadi bagian dari doa dan ikhtiar untuk mengenang Sarel Panji Kusuma dengan cara yang positif. Setiap bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan, sekaligus menjadi penguat hati bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran anak-anak dengan berbagai usia di halaman panti semakin membuat suasana terasa humanis. Ada yang berdiri memperhatikan, ada yang duduk bersama teman-temannya, sementara sebagian lainnya berada dekat pengasuh. Kesederhanaan suasana tersebut justru memperlihatkan makna sesungguhnya dari berbagi: hadir, peduli dan memberikan manfaat secara langsung.

Dua puluh lima hari telah berlalu sejak Sarel Panji Kusuma berpulang. Namun, kenangan tentangnya diupayakan tetap hidup melalui doa dan kebaikan. Dari Panti Asuhan Ashabirroyan, pesan itu menemukan bentuknya—bahwa kehilangan dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan kepedulian, dan sebuah kenangan dapat diteruskan melalui manfaat yang dirasakan sesama. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal baiknya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan. Al-Fatihah.

Wyndoee

Posting Komentar

0 Komentar