GATES NAN XX, PADANG | Kebutuhan nelayan bukan hanya mesin yang mampu menggerakkan perahu, tetapi juga efisiensi bahan bakar, kemudahan perawatan, serta layanan servis yang mudah dijangkau. Hal inilah yang mengemuka dalam presentasi Suzuki New DF20AL untuk nelayan Indonesia di Warung Bojes, kawasan Pantai Berombak (Panber), Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang mempertemukan Suzuki Marine, perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, dan kelompok nelayan Gates itu menjadi ruang pengenalan produk sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut dihadiri Kadep Suzuki Marine Matsubara-san, tim penjualan dan pemasaran Suzuki Marine Gunawan Wibisana, Kepala Bidang Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Ketua LPM Gates Nan XX Bagindo Syafrizal Koto, perwakilan Lurah Gates, perwakilan Osman Ayub, perwakilan Ketua Pemuda Gates, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, serta para nelayan dan undangan. Perwakilan lurah menyampaikan bahwa lurah berhalangan hadir karena jadwal kegiatan yang berbenturan, tetapi tetap mengapresiasi perhatian Suzuki kepada warga Gates melalui pengenalan mesin tempel yang ditujukan bagi kebutuhan nelayan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Matsubara-san menjelaskan bahwa Suzuki New DF20AL merupakan penyempurnaan dari tipe sebelumnya. “New DF20AL adalah penyempurnaan dari tipe sebelumnya, irit, dan cocok untuk nelayan Indonesia,” ujarnya. Suzuki menonjolkan efisiensi bahan bakar mesin empat langkah tersebut sebagai salah satu pertimbangan bagi nelayan dalam mengelola biaya operasional. Informasi mengenai keunggulan produk itu disampaikan pihak Suzuki dalam presentasi, sehingga nelayan dapat mengenal pilihan mesin dan mempertimbangkannya sesuai kebutuhan masing-masing.
Gunawan Wibisana turut menjelaskan sejumlah aspek yang menjadi perhatian pengguna, mulai dari efisiensi bahan bakar, kemudahan menghidupkan mesin, performa, hingga perawatan dan ketersediaan suku cadang. Ketika nelayan Vino bertanya apa yang membuat mesin tersebut menarik, pihak Suzuki menerangkan bahwa mesin dirancang agar praktis digunakan dan lebih mudah ditangani saat memerlukan servis. Bagi nelayan, pemahaman mengenai karakteristik mesin sangat penting karena perlengkapan tersebut menunjang aktivitas melaut dan berhubungan dengan biaya kerja sehari-hari.
Pembahasan kemudian menyentuh layanan purnajual, aspek yang tak kalah penting dibandingkan pengenalan mesin. Nelayan membutuhkan kepastian akses terhadap suku cadang dan perbaikan ketika mesin mengalami kendala. Suzuki Sejati Unggul Persada di Jalan Pondok, Kota Padang, disebut sebagai salah satu rujukan untuk kebutuhan suku cadang. Nelayan tetap disarankan memastikan ketersediaan komponen dan layanan yang dibutuhkan kepada dealer sebelum membeli, agar pilihan mesin disertai pemahaman mengenai dukungan perawatannya.
Ketua LPM Gates Nan XX, Bagindo Syafrizal Koto, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap pengenalan teknologi bagi masyarakat pesisir dapat diperluas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Suzuki. Sekitar 60 persen warga kami bergantung hidup di laut. Kalau bisa, kegiatan seperti ini juga ditingkatkan di Taluak Nibung dan Sungai Barameh. Kepada warga, kita harus membuka akses demi meraup peluang,” ungkapnya. Pernyataan itu menegaskan pentingnya membuka akses informasi dan kesempatan bagi masyarakat pesisir agar dapat mengenal pilihan teknologi yang menunjang pekerjaan mereka.
Aspirasi lain muncul ketika Pak Cen menanyakan kemungkinan kelompok nelayan mengajukan bantuan pengadaan mesin melalui dinas. Perwakilan dinas menjelaskan bahwa peluang pengajuan bergantung pada program yang tersedia dan proposal kelompok nelayan. Dengan demikian, kelompok perlu mencari informasi mengenai program yang berlaku, menyiapkan usulan secara terorganisasi, serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Penjelasan tersebut menjadi informasi awal bagi nelayan, bukan jaminan bahwa bantuan akan disetujui atau diberikan.
Nelayan Vino juga menyampaikan harapan agar manfaat pengenalan produk disertai layanan yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Ia mengungkapkan bahwa para nelayan merencanakan pembelian Suzuki New DF20AL pada Juli mendatang dan berharap bengkel mitra dapat hadir di Gates. “Rencana bulan Juli kami nelayan mau membeli mesin ini. Kalau bisa, bengkel ada di Gates ini, Pak, biar lebih efisien untuk urusan bengkel mitra,” ujarnya. Keberadaan bengkel di kawasan tersebut diharapkan memudahkan servis dan perawatan, menghemat waktu, serta membantu nelayan ketika mesin membutuhkan penanganan.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Suzuki menyatakan akan mengajukan dan mengupayakan keberadaan bengkel mitra di Gates. “Kami akan ajukan dan kami pastikan bisa, kita akan usahakan,” demikian tanggapan pihak Suzuki dalam dialog. Pernyataan ini memberikan harapan bagi kelompok nelayan setempat, meski realisasi bengkel tetap memerlukan proses pengajuan dan tindak lanjut. Kepastian lokasi, waktu operasional, serta bentuk layanan masih menunggu informasi resmi berikutnya dari pihak Suzuki.
Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa dialog dan kebersamaan. Setelah presentasi produk dan sesi tanya jawab, acara ditutup dengan permainan (games) yang menghangatkan suasana antara pihak Suzuki Marine, perwakilan dinas, tokoh masyarakat, dan kelompok nelayan Gates. Penutupan tersebut melengkapi kegiatan yang bukan hanya menjadi sarana pengenalan mesin, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya langsung dan menyampaikan kebutuhan mereka.
Presentasi Suzuki New DF20AL di Warung Bojes, Pantai Berombak, pada akhirnya mempertemukan pengenalan teknologi dengan aspirasi nyata kelompok nelayan Gates. Efisiensi bahan bakar, kemudahan perawatan, akses suku cadang, peluang pengajuan bantuan, dan harapan bengkel mitra menjadi pokok pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Nelayan berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berlanjut menjadi tindak lanjut yang nyata, sehingga pengenalan produk tidak berhenti pada acara, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh informasi, layanan, dan peluang yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Katim RMO Group | Wyndoee

0 Komentar